Sunday, November 30, 2014

(Most of silly) Facts about Me




Dapet tantangan dari sohib ngegokil di kantor, si Sylvia twenty (silly yet true) facts about me di Ig. Naah, Karena saia males bingit yah capek-capek ngetik di hape, akhirnya posting di sini aja lah, itung-itung sambil nyatroni ni blog yang sudah lama tak terjamah.. eeaa *plak. Okkeh!! Pik Slipikk!! Tak terima tantanganmuh! Bringiton! Cekiprut!!

Monday, November 10, 2014

PAGI KINI



Pagi kini,

Membuka kembali mata jiwa

Mengedip malu-malu, menyapa

Kembalikan asa pada langkah-langkah hampa



Pagi kini,

Batu berbisik merdu

Pada siput yang merangkak di semisal sendu

Pada ulat yang menggeliat giat di balik perdu

Pada si dungu yang menunggu

Ah, manisnya…


Monday, August 4, 2014

Lajang Bukan Jalang (Bukan Puisi)






Tak peduli sebesar apapun pencapaian dalam hidup, karir, emosi, setinggi apapun keinginan mewujudkan mimpi, menjadi seorang lajang akan terus jadi sasaran malu keluarga.

Menjadi seorang lajang adalah sebuah kesalahan memalukan hingga semua anggota berlomba mencarikan pasangan si penyelamat rasa malu dan kehormatan keluarga.

Monday, May 5, 2014

BELUM SAMPAI CINTA (bisa surat terbuka, bisa juga tidak)

http://lindsaybmoore.files.wordpress.com/2010/08/fantasy_books.jpg










Belum sampai cinta. Karena telah lama aku tak bersua dengannya. Aku di sini, ia di sana. Mengejar mimpinya. Romansa SMA? Sepertinya tidak. Karena saat dulu pun, yang kami lakukan tak lebih dari tegur sapa.



Belum sampai cinta. Tapi aku menghormatinya. Bukan hanya karena usia yang lebih dewasa, tapi hampir segala lakunya yang bijaksana. 

Monday, April 14, 2014

Aditya Madya Prakarsa. Sebuah goresan tentangnya

Aku merindukan saat itu. saat bersamanya. Seorang saudara yang kini berada di surga, semoga. Aditya Madya Prakarsa, namanya. Penopang, sahabat, kakak tercinta.

Bertemu dengannya saat SMA. Merajut kisah dengannya hingga hembus nafas terakhirnya. Tak terhitung peristiwa menyenangkan, menegangkan, mengharukan, kebodohan, dan kekonyolan yang sudah sadar/ tak sadar telah dilalui bersamanya.

Betapa aku merindukan saat kami menjadi bocah autis bersama, manulis berlembar-lembar puisi berantai ditemani sebungkus besar Lays dan kokakola di depan kos Kertajaya. dari pagi hingga petang. mengenang, menertawakan kekonyolan-kekonyolan kami semasa SMA, mencegat setiap penjual makanan yang lewat depan kos-kosan.