Wednesday, February 15, 2012

Hello Kitty jets, Pesawat Terimut

hehehemmmm~
OL dari lab komputer nih.. sambil nunggu anak2 ngerjain tugas proyek gambar mereka, sambil "jalan2", akhirnya aku nemu artikel lucu bin imut sampe pengen ngemutt wkwkwk *plakk*

EVA Air, maskapai penerbangan dari Taiwan baru saja mengeluarkan 3 armada komersial mereka dengan tema Hello Kitty. Bisa dibayangkan kan, betama imutnya pasawat ini. bukan imut dalam arti mini loh, pesawat jenis jet ini layaknya pesawat jet biasanya, yang isa menampung 30 premium laurel class seats (EVA's business class) dan 279 economy class seats.

Kamu bisa menemukan 'Hello Kitty' kemanapun kamu menelusuri pesawat ini. Mulai dari badan pesawat, pramugari yang pake apron ala hello kitty, bantal. seat, penutup sandaran kepala, tisu, gelas kertas, peralatan makan, botol susu, snack, dispenser sabun, lotion tangan, makanan dan es krim sampai kamar mandi yang Hello Kitty banget. hehehehe~ Penggemarnya Hello Kitty kayaknya wajib nih naik pesawat ini.


Tapi sayangnya rute pesawat ini belum sampai Indonesia :( jadi kalau kita mau naik pesawat ini kudu lewat antara Jepang, Chinsa, sama Korea *hihihi Korea lagi*

Tiga psawat ini punya nama sendiri-sendiri pula:
Yang pertama namanya Magic Jet flies dengan tujuan Taipei-Sapporo (BR116/115) dengan jadwal terbang hari selasa dan sabtu.
Kedua namanya Apple Jet flies dengan rute terbang Taipei-Fukuoka (BR2106/2105) dengan jadwal terbang hari Selasa, Rabu, Sabtu dan Minggu; dan rute Taipei-Seoul (BR160/159) setiap hari.
Ketiga namaya Global Jet flies  dengan rute terbang Taipei-Hong Kong (BR857/858) and Taipei-Tokyo (BR2189/2197) setiap hari.

Gimana? Kamu tertarik naik yang mana?? Hahahaha~

Berasa imut to the Max kalo naik pesawat ini mungkinya wkwkwk

Umpama ni bantal dibawa pulang gitu ketauan g ya? =P

Makanannyaaa~ sayang banget kalo dimakan >.<

Boarding pass terimut versi EVA Air

Silakan minumannya~

Hmmm.... sampe toiletnya aja bikin betah

Lucunyaa~ klo gini orang dewasa juga bakal suka makannya wkwkwk
Cr: Eva Air CNNgo

ZIA "The Way I Am" Lyrics, Romanization, Translation

Yuhuuu~ sebenernya lagu ini sudah lama yah. tanggal 30 September tahun lalu. lagi ini adalah lagu andalan di album ke 2 nya si mbak ZIA, ngertinya model MV ini si Woojung couple. Cuma entah kenapa tiba-tiba pengen share ini d blog. Gara-garanya waktu aku lagi jalan2 d mojopahit, ada salah satu stand toko yang muter lagu ini.. Waahh, pasti yang punya Kpopers juga nih, pikirku. akhirnya aku putusin buat masuk liat2 dan kalo isa sih have some chit chat sama ownernya. Eeh, ternyata bener yang punya ternyata fansnya T-ARA.. hihihi seneng deh punya kenalan kpopers baru~ Terus hubungannya sama lagu ini apa? entah yah.. sebodo amirr, yg penting aku posting aja nih lirik wkwkwkwk *mulai deh sintingnya*



벌써 약속 시간 지난지 몰랐어
bolsso yaksok sigan jinanji mollasso
내가 이렇지 뭐 하면서 더 서둘러
nega irochi mwo hamyonso do sodullo
걸어서 갈 거리를 뛰어서 가다가
goroso gal gorireul ttwioso gadaga
부딪힌 사람 헤어진 너 잖아
budichin saram heojin no jana
미치도록 운다 (운다) 참았던 눈물을 쏟아내고
michidorok unda (unda) chamatdon nunmureul ssodanego
어디쯤 있다가 왔냐고 어린 아이처럼 매달려 소리 쳐
odijjeum itdaga wannyago orin ai chorom medallyo sori chyo
니 손목을 끈다 (끈다) 이대로 놓치면 멀리 갈까 봐
ni sonmogeul kkeunda (kkeunda) idero nochimyon molli galkka bwa
손에 힘을 준다 달아 날까 봐
sone himeul junda dara nalkka bwa

나를 만나 보니 나쁜 점 알겠다고
nareul manna boni nappeun jom algetdago
근데 좋은 점이 뭔지 모르겠다고
geunde joheun jomi mwonji moreugetdago
미안 해 한 마디로 끝 나고 말았어
mian he han madiro kkeut nago marasso
그리고 지금 우연히 만났어
geurigo jigeum uyonhi mannasso
미치도록 운다 (운다) 참았던 눈물을 쏟아내고
michidorok unda (unda) chamatdon nunmureul ssodanego
어디쯤 있다가 왔냐고 어린 아이처럼 매달려 소리 쳐
odijjeum itdaga wannyago orin ai chorom medallyo sori chyo
니 손목을 끈다 (끈다) 이대로 놓치면 멀리 갈까 봐
ni sonmogeul kkeunda (kkeunda) idero nochimyon molli galkka bwa
손에 힘을 준다 달아 날까 봐
sone himeul junda dara nalkka bwa
원래 그래 나란 여자가 이렇지 뭐 이렇지 뭐
wolle geure naran yojaga irochi mwo irochi mwo
쉽게 질리고 버려지고 기다리고
swipge jilligo boryojigo gidarigo
미치도록 운다 두 팔을 벌려 널 막고
michidorok unda du pareul bollyo nol makgo
조금만 더 있다 가라고 어린 아이처럼 매달려 소리 쳐
jogeumman do itda garago orin ai chorom medallyo sori chyo
니 손목을 끈다 (끈다) 이대로 놓치면 멀리 갈까 봐
ni sonmogeul kkeunda (kkeunda) idero nochimyon molli galkka bwa
손에 힘을 준다 운다 운다
sone himeul junda unda unda
너 혼자만 둔다 (둔다) 아무 일 없듯이 멀어지고
no honjaman dunda (dunda) amu ir-opdeusi morojigo
한 번을 뒤돌아 안 보고
han boneul dwidora an bogo
사랑한다 해도 그대로 사라져
saranghanda hedo geudero sarajyo
비바람이 분다 (분다) 마지막 널 보는 내 눈 속에서
bibarami bunda (bunda) majimang-nol boneun ne nun sogeso
비바람이 분다 분다 분다
bibarami bunda bunda bunda
니가 다시 나를 떠나 버린다
niga dasi nareul ttona borinda



TRANSLATION

I didn't realize that the meeting time has passed
What's new?  I'm always like this, I rush
I run the street that I usually walk
And the person that I bump into, it's you my ex

* I cry, I cry like crazy
I let out all the tears that I've been holding in
I hang onto you like a child and ask, where have you been till now?
I grab your wrist, 'coz I'm afraid you'll go far away if I let you go
I grab you tight 'coz I'm afraid you'll run away

When dating me, you realized it didn't bring us any good
But you don't know the goodness out of it
So I ended it with one sentence, I'm sorry
And now we run into each other coincidentally

Repeat *

What's new, I'm just this kind of girl
Easily bored, easily abandoned, waiting

I cry like crazy with two arms opened
I block you and tell you to stay a little longer
I hang onto you like a child and cry out
I grab your wrist, 'coz I'm afraid you'll go far away if I let you go
I grab you tight and I cry

You left alone, you drif apart as if nothing happened
You don't turn around once
You disappear even if I scream, I love you
The wind blows, the wind blows in my eyes
that are seeing you for the last time
The wind blows, blows, blows
You're leaving me again


Heuuh,, jadi inget lagi adegannya Jangwoo ketabrak mobil >.<
waktu nonton MV ini pertama kali sukses bikin aku mewek TT__TT
They're really adorable couple artist

kalau mau download MP3nya di sini

Ini MVnya :)

Monday, January 30, 2012

10 cara menumbuhkan Kepercayaan Diri



udah lama nih nggak menjamah si Gado2 ini hehehe. maklum ini yg namanya pekerjaan bikin riweuhh banget... mulai dari bikin soal buat semester, njaga alias ngawasi, sampe riweuhnya tidur liburan.. kkkkkkk *plakk

Nah, di postingan kali ini aku pengen sharing tentang Self confidence alias kepercayaan diri. Kita semua tahu, sekarang ini jamannya Alay. orang tua, remaja, sampe anak kecilpun pada nggak tahu malau (hehehe just kidd). Tapiii, itu cuma berlaku di situasi non formal. Sedangkan di situasi formal bagaimana ya? ternyata banyak juga yang inferior alias rendah diri, nggak pede. Nah, untuk mengatasi rasa rendah diri ini, aku punya tips-tipsnya. semoga bisa membantu ya ^^


1. Jaga Ketenangan untuk mendapat sambutan yang hebat

“Untuk mendapat sambutan yang hebat, periksa dulu rasa percaya diri Anda di depan pintu. Kalau rasa nyaman sudah muncul, Anda akan merasakan ketenangan. Keraguan dapat merusak pertunjukan yang paling elegan sekalipun. Jika Anda tidak kenal seorangpun hampirilah seseorang yang berada di belakang ruangan. Anda punya kesempatan menemukan wajah yang bersahabat” Nancy Friday, author of Our Looks, Our Lives


2. Kuasai Ruangan

“Anda harus belajar mengatasi fobia bergual. Siapkan mental sebelum masuk ruangan. Lalu, berjalanlah dengan anggun/tenang. Jika Anda tidak mengenal seorang pun di pesta, bergabunglah dengan satu kelompok, tersenyum dan perkenalkan diri Anda, katakan: ‘Saya tidak kenal seorang pun di pesta ini. Boleh saya bergabung dengan Anda semua?’ Cara ini biasanya mendapatkan sambutan yang simpatik dan hangat, dan orang akan segera mengajak ngobrol.” Miss Mingle (alias Jeanne Martinet), pengarang The Art of Mingling.


3. Jangan malu mengingat-ingat nama

“Jika Anda lupa nama seseorang ingatlah, hal ini juga pernah terjadi pada siapa pun yang percaya diri atau pun tidak. Makanya, tidak perlu terlalu malu. Pertama, akui Anda lupa namanya. Kedua, tepuk telapak tangan Anda ke kepala dengan mimik menyesal, dan katakan, ‘Saya bahkan tidak bisa mengingat nama ibu sendiri!’ Dengan cara ini, lawan bicara dengan suka hati menyebutkan kembali namanya. Lalu katakan saja, ‘Saya janji deh tidak pernah lupa lagi,’ dan lanjutkan percakapan.” Ahli etiket Letitia Baldrige, pengarang Letitia Baldrige’s Complete Guide to the New Manners for the 90′s.


4. Ceritakan pengalaman hebat

“Hindari bercerita dengan gaya lelucon. Orang sering berpikir, ketika bercerita, mereka harus mencapai kilimaks. Tapi kalau klimaks itu tidak menyenangkan, sama juga bo’ong. Anda harus punya minat personal yang dalam. Cerita tidak perlu terjadi pada Anda, si pencerita, selama Anda mampu mengalirkan cerita dengan balik. Ingat-ingat detil mana yang penting. Bahasa tubuh oke-oke saja selama itu alamiah. Tapi, cerita yang bagus dan menyakinkan butuh sedikit ‘bunga-bunga’.” Malachy McCourt, author of A Monk Swimming



5. Tetap tenang dan tersenyumlah

“Jika Anda gugup lakukan aktivitas aerobik cepat dan singkat, seperti jumping jaks. Kemudian, fokuskan perhatian. Temukan tempat yang tenang untuk menyendiri dan tarik nafas sebelum masuk ruangan. Setelah itu, bernafaslah dengan pelan. Sekali Anda masuk ke ruangan, ambil tempat di depan orang. Di jamin Anda tidak bakal kehilangan perhatian mereka. Tersenyumlah. Siapa pun akan memperhatikan dan mendengarkan orang
yang tersenyum pada mereka.” Valerie Adami, direktur program di Weist-Barron School of Television Acting, New York.


6. Minta Kenaikan Gaji

“Hampiri bos Anda pagi-pagi dan bilang secara informal, ‘Saya minta waktu sebentar saja hari ini.’ Biarkan dia yang menentukan kapan bisa bertemu Anda. Ketika berhadapan face-to-face, katakan, ‘Saya benar-benar menikmati pekerjaan ini dan bekerja untuk Anda.’ Dan, buatlah daftar kontribusi selama ini. Kemudian spekulasi aja:’Bisakah Anda pertimbankan kenaikan gaji untuk saya?’ Jangan sebut jumlah yang spesifik kecuali ditanya. Akhiri percakapan dengan, ‘Tolong, jangan terlalu dipikirikan saat ini.’ Dengan cara ini, bos Anda tidak merasa disinggung kekuasaannya dan barangkali dia berbaik hati menawarkan kenaikan itu dalam beberapa hari.” Lauran Wiesenthal, mitra di New York Legal Search Consulting Firm Corrao, Miller, Rush,& Wiesenthal.


7. Jadilah penawar yang baik

“Kunci mendapatkan penawaran yang adil adalah pertama, kerjakan PR Anda. Ambilah satu edisi Consumer Reports, bicara pada teman-teman, cari informasi tentang barang apa yang betul-betul Anda inginkan. Selalu minta lebih atau tawar kurang dari limit. Jika Anda ragu, pikirkan lagi semalaman.” Michael Donaldson, pengarang Negotiating for Dummies.


8. Ganti ketakutan dengan strategi

“Letakutan itu sama dengan luka. Ketakutan menunjuk apa yang mengganggu Anda. Ketika berlatih untuk sebuah pertandingan, saya terluka. Sejak itu, saya jadi takut melompat. Saya harus belajar menggantikan ketakutan dengan strategi. Cara terbaik: bayangkan sebuah situasi di kepala Anda, lalu bergeraklah ke tempat yang paling menakutkan. Berikutnya, beralih ke sesuatu yang menenangkan (misal, ke pantai waktu senja). Lalu, bayangkan diri Anda berjalan dengan gerakan tanpa cacat sementara tubuh dan pikiran santai. Yang terpenting kondisikan pikiran untuk menggantikan ketakutan dengan sukses.” Picabo Street, Olympic Skiing Champion.


9. Jangan terintimidasi

“Hentikan semua pikiran buruk di kepala. Kemudian visualisasikan diri Anda sedang mendorong orang lain sampai 30 meter jauhnya. Bayangkan dia sebagai titik putih dan hitam yang sangat kecil. Cara ini segera membalikkan semua perasaan inferior. Sekali melepaskan beban mental itu, Anda ingin menjadi orang pertama yang mengatakan sesuatu sehingga kontrol percakapan ada di tangan Anda. Jangan katakan apa pun yang kompetitif atau defensif; alih-alih, tanyakan saja sesuatu yang pribadi seperti,’Bagaimana keluarga Anda?’” Anankha K. Chandler, certified hypnotherapist and author of Therapist in a Box: Emotional Healing.


10. Lontarkan lelucon yang natural

“Jangan pernah mengumumkan ANda bakal melucu. Sebab, ekspektasi orang-orang bakal tinggi. Dan ada kemungkinan Anda gagal. Lelucon yang natural berasal dari percakapan, sehingga orang-orang terhanyut sebelum tahu apa yang sedang Anda ceritakan. Tidak perduli cerita Anda mengenai siapa atau kapan terjadinya, selalu awali dengan ‘waktu sedang menuju ke sini.’ Buat mereka percaya hal itu benar-benar terjadi. Orang-orang akan lebih terlibat ketika kejadiannya memang baru. Jika lelucon Anda bisa membuat rumah seolah-olah runtuh, jangan anggap keberuntungan yang sama pada lelucon berikutnya. Selalu tinggalkan mereka dengan rasa penasaran.”



Sumber : rumahnya motivasi

Tuesday, December 6, 2011

Bali kemBali memBaliBali dengan segala keleBalian :D ( "Super Junior" in Bali)

Heheheheeh iseng-iseng lagi inih.. Liat-liat album poto waktu jaman mo kelar kuliah dulu. Bulan Juli 2010 kemaren kita sekelas (PR JBSI 2006) maen-maen menjamah pulau sebelah a.k.a Baliiiiiiii
dan ini potonyaaaahhh :D
Ternyataaa Ada "Super Junior" di Baliiiii wkwkwkwkw

 
 Hi, it's me Soffie







Sand, Rock, Rainbow, Vawes, Super Junior, Love ^^


Dijadiin poto prewed cocok nih kyknya wkwkwkwk

Meh wid Aan 'Kamal'

Bareng Nico ^^

Nyonya Yudhi "Suketi"

Mrs. Retno Afandi

Keliatan belom mandinyaa hahahaha >.<

Sarapan di Bedugul. yumm yummmz

Kapan yah kita isa kayakk gini lagi??

Bersama sodara kembar Hahahahaha

Pak, senyum duong Pak =P

bareng mister BuKil, Bule Kinclong wkwkwkwk

Devil Inside the Breeze (File 3)



@ Sukira…

“89,1 KBS Cool FM, Kiss The Rrrrrrrradiooooooo!!!” Kata Eeteuk dan Eunhyuk bersama.

“Annyeong  yeorobundeuuuuullll!! Bagaimana hari kalian? Semoga masih semangat yah, seperti kami, duo suju tergokil dan ternista yang pernah ada, hahaha. Seperti biasa kami akan menemani kalian selama dua jam penuuuuuuhhh…..”

“Wakakakakkak,,, ente kemasukan setan wolferine yah hyung??? au au bgono”

“Kagak yooohh,, eke mah kerasukan kucienk racuuuuoonnn” *sebelum digaplok reader, author minta maap telah menistakan mereka bDua (_ _ )v*

“Jiah, jadi bencyong die.. wahhahahaha.  Betewee hyung, tahu tidak hari ini kita kedatangan tamu yang sangat istimewa loh, loh, loh,” kata Eunhyuk lebay *Mampus, digorok reader gw >.<*

“Whaaaw, nugu? Nugu? Nuguyaaaaa??” Eeteuk tidak kalah heboh.

“Kalian tahu, yeorobuuuunnn??? Sekarang Korea sedang demam novel Summer Breeze?? Naaaah, penulis yang kita tahu tidak pernah tampil di acara manapun ini mau menyempatkan diri ke Sukira loh, Siapa diaaa??? Kita sambit, eh sambuuuuttt…. Soffie Hwang!! Osso oseyo Soffie-ssi”

Raut muka Eeteuk seketika berubah tegang begitu mengetahui siapa sebenarnya ‘tamu’ di acara mereka.
Perempuan mengenakan full black outfit itu duduk di sebelah Eunhyuk dan memakai headphone yang disediakan untuknya.

“Ne, kamsahamnida Eunhyuk-ssi. Annyeong haseyo. Soffie Hwang Imnida. Bangapseumnida.”

“Waah, nomu kamsahamnida Soffie-ssi, sudah mau datang ke program kami. Dangshin jinjja yeppeodaa” Eunhyuk memuji Soffie yang hanya dibalas senyuman.

Eeteuk yang sedari tadi diam tersadar karena bisikan Eunhyuk yang memberitahu sekarang gilirannya bicara, namun ia tetap tak bisa menyembunyikan perasaannya. Ia memaksakan diri tersenyum.

“Annyeong haseyo Soffie-ssi” kata Eeteuk kaku.

“Ne”

“Cha!! Seperti yang kita semua tahu, novel Soffie-ssi yang terbaru sukses besar di sini, bisa beri sedikit komentar Soffie-ssi?” pinta Eunhyuk.

“Ne, ehm… Sebelumnya terima kasih sudah menyukai novel saya. Sebenarnya novel saya awalnya bukan berjudul Summer Breeze, tapi Devil Inside the Breeze. Seperti yang kalian baca, novel ini menceritakan tentang seseorang yang diperlakukan bak malaikat karena kebaikannya, tapi di dalamnya ternyata seorang yang sangat busuk” kata Soffie dengan pandangan tajam ke arah Eeteuk.

“Waah, iya benar. Waktu aku membacanya sempat  heran juga. Kok ada ya yang seperti itu? Kejahatan si malaikat tergambar jelas di sana tapi orang-orang di sekitarnya tak ada yang menyadari. Memangnya apa yang menginspirasi anda hingga bisa terpikir hal-hal yang out of blue seperti ini?”

“Out of blue? Haha, tidak juga. Tentu saja pengalaman. Inspirasi terbaik dari seorang penulis adalah pengalaman” Soffie kembali  melirik Eeteuk.

“pengalaman? Berarti memang ada orang yang sejahat seperti di novel anda di dunia nyata?”

“tentu saja, bisa dibilang cerita di novel itu sebagian besar kisah nyata”

“Ah, algessimnida. Tapi di akhir cerita agak menggantung. Apa anda mau membuat sekuelnya?”

“Anda jeli sekali Enhyuk-ssi” kata Soffie tersenyum.

“Benar, saya akan membuat kelanjutannya. Saya belum tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Karena itu saya khusus datang ke Korea untuk mencari tahu” lagi-lagi pandangan tajam Soffie terarah ke Eeteuk yang diam membisu.

“Wah, benar-benar membuat penasaran” Eunhyuk tersenyum kaku sambil memberikan isyarat pada Eeteuk karena sekarang gilirannya bertanya.

“Ah, Ne. Soffie-ssi, Kami dengar anda baru kembali ke Korea ya? Sebelumnya anda tinggal di Indonesia” Eeteuk memulai pembicaraan.

“Ne” jawab Soffie singkat.

“Kalau boleh tahu dalam rangka apa anda kembali ke Korea?” Eeteuk bertanya tanpa menatap wajah Soffie.

“Sepertinya rekan anda tidak mendengarkan perkataan saya sebelumnya Eunhyuk-ssi” Soffie melirik Eunhyuk yang terheran-heran dengan suasana yang tiba-tiba berubah manjadi kaku.

“Saya kembali ke Korea karena ingin menyelesaikan kisah saya Eeteuk-ssi. Saya ingin bertemu tuan malaikat dan menanyakan bagaimana seharusnya kisah saya berakhir. Karena ini kisah nyata saya sendiri”

“Ah, jweisonghamnida Soffie-ssi. Di sini dikatakan anda tinggal di Indonesia sejak umur 7 tahun. Bagaimana kehidupan anda disana?”

“Anda ingin tahu kehidupan saya sebelumnya Eeteuk-ssi? Lebih buruk dari gelandangan di Korea. Saya dijual keluarga saya demi uang. Dipaksa hidup bersama keluarga kaya yang dingin. Akhirnya saya melarikan diri dan hidup jadi gelandangan hingga remaja. Saya tidak malu menceritakannya di sini. Kehidupan yang seperti ini yang membentuk saya menjadi kuat. Dan sekarang melalui siaran ini saya ingin memberitahukan pada Tuan Malaikat kalau saya masih hidup dan tak akan membiarkannya hidup bahagia”

Eeteuk yang kaget mendengar kisah Soffie hanya terdiam tak mampu berkata apa-apa. Akhirnya Eunhyuk yang mengambil alih pembicaraan.

“Waah, sepertinnya makin seru wawancara kita dengan sang penulis misterius. Tapi harus kita potong dulu, karena PD-nim sudah melambay2kend tangan yang artinya kita kudu istirahat.. hahaha. Jangah pindah frekuensi yeorobundeul, karena kita akan kembali setelah commercial break yang satu iniiiiiiiiiii” Eunhyuk mematikan tombol on air.

“Sepertinya sudah tidak ada lagi yang harus saya katakan. Terima kasih atas wawancaranya”  Soffie tiba-tiba bangkit dan melepas headphone nya.

“Tunggu. Kita belum closing Soffie-ssi” cegah Enhyuk.

“saya yakin anda berdua DJ profesional. Pasti bisa closing tanpa narasumber, bukan begitu, TUAN MALAIKAT??” katanya sambil mendekati Eeteuk. Membuat Eunhyuk tercengang.

“Kalau anda juga penasaran dengan akhir cerita novel saya eunhyuk-ssi, silakan anda tanyakan sendiri pada tuan malaikat yang tidak lain leader anda sendiri” Soffie meninggalkan studio tanpa menjelaskan apa-apa lagi, membuat eunhyuk semakin penasaran.

“Hyung, apa yang terjadi?”
Eeteuk yang sedari tadi diam tiba-tiba bangkit keluar menyusul Soffie. Dia menemukan perempuan itu berjalan ke arah pintu keluar. Eeteuk menahannya.

“Jisoo-ya, kenapa kau jadi seperti ini?” Eeteuk memelas.

“Jadi seperti apa? Iblis maksudmu? Heh, aku hanya meneruskan sifat iblis yang mengalir di darahku, Park Jungsoo. Kau yang lebih tahu itu” Soffie melanjutkan jalannya.

“Tunggu! Apa yang sebenarnya kau inginkan?” Eeteuk menghadang Soffie.

“Apa yang kuinginkan? Tentu saja kehancuranmu” gadis itu tersenyum sinis.

“Apa yang akan kau lakukan selanjutnya?” Eeteuk cemas.

“hehehe, ternyata kau takut juga ya? Aku memiliki dua pilihan untukmu. Tinggal pilih saja. Kau keluar dari Super Junior dan menghilang sebagai orang yang tidak bertanggung jawab, atau aku yang akan membongkar masa lalumu yang menjualku demi uang?” perempuan itu melipat tangannya di dada untuk menghilangkan gemetarnya.

“Jisoo-ya… waktu itu aku tak bermaksud…”

“Sudahlah… tak perlu repot-repot menjelaskan padaku. Waktumu satu bulan. Pikirkan baik-baik tuan Malaikat” perempuan itu berlalu pergi meninggalkan Eeteuk.

Eunhyuk yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka segera mendekati Eeteuk

“Hyung, ada apa ini sebenarnya? Kenapa wanita itu memanggilmu tuan malaikat? Kenapa kau memanggilnya Jisoo? Apa hubunganmu dengannya? Kenapa dia begitu membencimu?”

“Hwang Jisoo, dia adikku” Eeteuk tertunduk.

“Mwo????”

_to be continue_

skrip asli 7 Januari 2011
pindahan dari "rumah sebelah"

Devil Inside the Breeze (File 2)



“Masih ingat padaku Park Jungsoo?”

“K..Kau?”
Gadis itu hanya diam menatap Eeteuk dingin.

“Jisoo-ya.. Kau sudah pulang… Aku sangat merindukanmu” Eeteuk mendekat  hendak memeluk Soffie, gadis yang dipanggil Jisoo oleh Eeteuk, namun gadis itu menghindar dengan sengit.

“Jangan berani-berani menyentuhkan tangan kotormu di tubuhku!” gadis itu menyipitkan matanya.

“Baiklah, kalau kau masih marah padaku, Arasso. Syukurlah, sepertinya kau sehat-sehat saja. Oppa senang.
Tapi bagaimana kau bisa tahu apartemen Oppa?”

“Oppa kau bilang?! Kau masih berani menyebutkan kata itu di depanku? Tebal sekali mukamu!”

“Jisoo ya…” wajah Eeteuk berubah memelas.

“Kau tak tahu malu Park Jungsoo! Setelah bertahun-tahun menelantarkanku. Kau masih berani bertebal muka hah!! Ingat Park Jungsoo, kau yang membuangku…”

Gadis itu berhenti sejenak, mengontrol emosinya. Gelas yang sedari tadi dipegangnya ditaruhnya kembali di meja.

“Hmm… Pertanyaan yang bagus. Bagaimana aku tahu tempat tinggalmu?” gadis itu mendekati Eeteuk hingga nyaris tak ada jarak diantara mereka.

“Aku mengetahui semua tentangmu Park Jungsoo”

“Bersiaplah. Karena aku akan membuatmu merasakan apa yang sudah kurasakan selama 15 tahun ini. Aku akan membuatmu merasakan kesedihan hingga nafasmu terasa sesak dan jantungmu enggan berdetak!” Gadis itu mendesis.

Eeteuk ingin sekali memeluk gadis itu. meskipun saat ini mereka nyaris tak berjarak, tetap saja terlihat jurang kebencian diantara mereka.
Gadis itu beranjak pergi, tapi Eeteuk menghalanginya.

“Kau mau kemana?”

“Apa pedulimu!”

“Kau tinggal dimana? Biar kuantar”

“Huh, tenang saja. Aku tak akan jauh-jauh darimu. Aku tak ingin melewatkan sedikitpun ekspresi penderitaan dan rasa bersalahmu Park Jungsoo” katanya dengan senyum sinis yang sempurna menghias bibirnya.

Gadis itu pergi  meninggalkan Eeteuk yang masih tertegun…

@ @ @
Kamar 1005

Gadis itu menutup pintu perlahan. Tubuhnya bergetar hebat. Kakinya kini tak lagi mampu menopang tubuhnya. Gadis itu jatuh terduduk.

Gadis itu memeluk dirinya sendiri rapat-rapat dan menggigit bibir bawahnya keras-keras untuk menghentikan ketakutannya. Air mata kini mulai  menggenangi pelupuk matanya, namun dengan cepat air mata itu kembali mengering. Ia telah berjanji tidak akan pernah menangis lagi demi seorang Park Jungsoo.
Dikeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor speed dial…

“Ne…” suara di seberang.

“Oppa…”

“Jisoo-ya… Kau sekarang dimana?” tanya suara di seberang cemas.

“Oppa… Aku bertemu dangannya…” Suara Soffie makin terdengar bergetar. Membuat lawan bicaranya semakin cemas.

“Kau dimana sekarang? Apa di apartemen?”

“mm…”

“Aku kesana sekarang” laki-laki itu menutup sambungan telepon.

@ @ @
Laki-laki itu memasuki kamar apartemen Soffie tergesa-gesa. Ia memasuki ruangan dan mencari gadis yang begitu dicintainya. Ia menemukan Soffie duduk meringkuk ketakutan di ruang tamu. Dengan sigap dipeluknya gadis itu untuk mengurangi rasa ketakutannya.

“Jisoo ya, Oppa di sini. Jangan takut lagi” katanya sambil mengelus kepala soffie pelan.

“Oppa, katakan padaku aku bisa melewati ini. Oppa, katakan…”

“Pasti! Kau pasti bisa melewati ini. Kau adik Oppa yang paling kuat. Jangan takut lagi. Oppa akan selalu melindungimu” laki-laki itu semakin mempererat pelukannya.

Dipapahnya gadis itu ke tempat tidur. ia menunggui hingga gadis itu tertidur.

“Hwang Jisoo, kenapa kau harus memutuskan untuk melakukan hal ini? Pembalasan dendam ini terlalu kejam untukmu” ia mencium  kening Soffie, lalu beranjak keluar kamar.

“Kyuhyun Oppa, kau mau kemana?”

“Oh, kau terbangun? Oppa mau ke dapur mengambil minum. Kau mau minum juga?” tawarnya.
Gadis itu menggeleng dan memejamkan mata kembali.

@ @ @
Hyosung bersiap berangkat ke kantor saat ia melihat mobil Eeteuk dari dalam rumah.
Ia keluar rumah dan menemukan Eeteuk duduk terpekur di depan gerbangnya.

“Jungsoo ya, kenapa duduk di sini? Kanapa tidak masuk?”

“Hyosung ah, bogoshipo ” Eeteuk memeluk Hyosung erat.

“Jagiiiiiiii, aku mau berangkat ke kantor”  Hyosung melepaskan pelukan Eeteuk.

“Lagipula kenapa kau ke sini sepagi ini? Bukannya kau ada syuting?”

“Tidak jadi. Nanti sore baru ke studio.”

“Hmm… Ada apa? Kenapa kau bersikap aneh?”

“Aniya. Jagiya, aku ingin tidur di kamarmu sebentar” eeteuk berjalan masuk ke rumah diikuti Hyosung di belakangnya.

“Baiklah, tapi kutinggal ke kantor ya” Eeteuk hanya mengangguk.

“Oh iya. Aku tadi memasak sup iga sapi. Kalau kau lapar tinggal hangatkan di microwafe”

Hyosung buru-buru meninggalkan Eeteuk karena dia sudah terlambat.

@ @ @
Eeteuk terbangun karena Handphonenya berdering terus-menerus. Ternyata Eunhyuk yang meneleponnya.

“Ne…” Suara Eeteuk masih terdengar mengantuk.

“Hyung! Kau dimana? Dua jam lagi kita siaran! Manajer hyung sudah marah-marah ini…” kata Eunhyuk panik.

“Hmm.. katakan padanya aku akan sampai satu jam lagi.”

“Ppalli hyung. Sukira hari ini kedatangan tamu penting. ” kata Eunhyuk kemudian menutup teleponnya.

@ @ @
Sukira Studio

“Kau ini kemana saja, sih?” Manajer Eeteuk  memarahinya begitu ia sampai di sana.

“Mianhae Hyung, tak akan kuulangi lagi” katanya bergegas memasuki studio dan meninggalkan manajernya yang masih dongkol.

“Hyung! Kau darimana saja? Kenapa mukamu kusut banget?” Eunhyuk memberondong pertanyaan pada Eeteuk yang baru datang. Eeteuk hanya diam saja.

“Hmm…  Bukankah kemarin sudah berakhir bahagia Hyung? Hmm.. apa kau menginap di rumah Hyosung Nuuna??” Eunhyuk melirik Eeteuk.

“YAAA!!! Apa kemarin kau menguntitku lagi?” Eunhyuk hanya tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya.

“Huh!! Dasar kau ini” katanya sambil menjitak kepala Eunhyuk.

“O iya, katamu akan ada tamu penting. Siapa?”

“Dia penulis terkenal yang misterius itu loh Hyung, Soffie Hwang. Katanya dia pulang ke Korea” Kata Eunhyuk langsung bersemangat. Eeteuk yang mendengarnya tersenyum.

“Dia penulis kesukaan Hyosung. Katanya dia tak pernah menunjukkan wajahnya di  depan publik ya…”

“Iya Hyung, makanya aku yakin setelah siaran ini rating Sukira pasti langsung meningkat pesat. Soalnya dia menampakkan diri pertama kali disini. Nanti aku minta foto ah,, hehehe” Eunhyuk cengar-cengir.

@ @ @
Sementara itu, di  luar gedung Sukira.

“Kau yakin tak ingin kutemani?” tanya Kyuhyun dari balik kemudinya.

“Tak usah Oppa. Jangan terlalu  memanjakanku” Soffie tersenyum.

“Baiklah kalau begitu. Kutunggu di luar saja”

“Oppa, bukankah hari in kau ada pertemuan penting?” soffie mengingatkan Kyuhyun.

“Tapi kau lebih penting dari urusan Oppa yang manapun” katanya mengelus kepala Soffie pelan.

“Andai dia sepertimu, Oppa” soffie kembali termenung.

“kalau kau mau memberinya kesempatan, Oppa yakin dia pasti juga akan menyayangimu”
Ekspresi Soffie seketika berubah tegang.

“Jangan pernah katakan hal itu Oppa. Jangankan kesempatan, memaafkan aku takkan sudi” Soffie beranjak keluar dari mobil.

“Oppa pergilah, kolegamu pasti menunggu. Aku tak apa sendiri.”

“Tapi kalau sudah selesai telepon Oppa ya, biar kujemput.”

“Arasso”
Gadis itu memasuki gedung KBS dengan percaya diri.

@ @ @
Breeze café…

Kyuhyun berjalan cepat mendatangi perempuan yang telah lama duduk di sana.
“Mianhamnida, Hyosung-ssi. Saya terlambat” Kyuhyun menyesal.

“Gwenchansemnida Kyuhyun-ssi. Anda adalah orang yang sangat disiplin. Kalau anda terlambat berarti memang ada hal yang sangat penting yang harus didahulukan” Hyosung tersenyum.

“Oke. Silakan dimulai presentasi anda”

“Baiklah, Konsep iklan untuk café anda yang saya susun seperti ini…” Hyosung memulai presentasinya untuk mempromosikan café milik Kyuhyun.

Kyuhyun yang menyukai konsep promosi Hyosung menyetujui dan langsung menandatangani kontrak kerja.

“Terima kasih Kyuhyun-ssi”

“Ne, sama-sama. Mohon kerja samanya”

“Saya benar-benar minta maaf masalah keterlambatan saya tadi Hyosung-ssi” Hyosung hanya tersenyum.

“Tak apa Kyuhyun-ssi. Hmm.. kalau boleh tahu, masalah apa yang sampai membuat anda sampai terlambat?”

“Saya mengantar adik saya interview ke Sukira.”

“Sukira? Jadi adik anda ingin bekerja di Sukira?”

“Aniya. Adik saya jadi tamu di sukira. Dia yang diwawancarai. hehe”

“Oooh” Hyosung tersenyum faham.

“Tapi saya baru tahu kalau anda punya adik Kyuhyun-ssi”

“Sebenarnya kami tak ada hubungan darah. Kami hanya dua orang yang sama-sama bertahan hidup di negeri orang. Waktu saya masih di Indonesia, saya belum memiliki apa-apa. Dialah yang selalu menyemangati saya.”

Hyosung mendengarkan dengan seksama. Dia bisa menangkap ada sesuatu yang lain dari cerita Kyuhyun.
“Kami sama-sama berusaha keras. Hingga akhirnya saya bisa mendirikan perusahaan seperti ini dan dia jadi novelis terkenal”

“Novelis?” tanya Hyosung tiba-tiba.

“Ya, novelis. Anda pernah dengar nama Soffie Hwang Hyosung-ssi? Dia adikku” kata Kyuhyun bangga.

“Soffie Hwang? Adikmu?? Oh maaf, adik anda? Saya salah satu pengemarnya!” Hyosung bersemangat.

“Benarkah? Haha.. Wah sepertinya dia terkenal di sini”

“Benar Kyuhyun-ssi. Dia memang terkenal. Tapi tak ada seorangpun yang tahu bagaimana wajahnya. Kyuhyun-ssi, maukah anda mempertemukan  saya dengan dia?”

“Haha, tentu saja. Setelah ini saya akan menjemputnya untuk makan siang. Kalau anda ingin bertemu dengan dia, silakan ke kantor saya besok. Dia besok di sana.” Kyuhyun tersenyum geli melihat Hyosung yang penasaran dengan adiknya.

“Kyuhyun-ssi. Anda pasti sangat mencintainya” kata Sangmi tiba-tiba. Hyosung kaget.

“Tentu saja” dia tersenyum.

“Aniyo. Maksud saya anda pasti mencintainya melebihi dari seorang adik” Hyosung tersenyum. Kemudian dia menyadari sesuatu.

“Oh, maaf kalau saya lancang” Hyosung malu.

“Tak apa. Hmm… Apa begitu terlihat?” Hyosung mengangguk.

“Dari cara anda bercerita tentang dia. Apa dia tahu?”

“Belum. Dia kembali ke Korea karena ingin menyelesaikan sesuatu dengan seseorang. Setelah itu aku  akan membawanya kembali ke Indonesia.” Kata Kyuhyun sambil melihat Sungai Han. Semoga rencanaku berhasil, batinnya.
@ @ @


_to be continue_
skrip asli 6 September 2010
pindahan dari "rumah sebelah"