• Korewa zombie desuka
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.

PUISI: Pengertian dan Jenisnya

Pengertian Puisi dari Beberapa Ahli Bahasa
Tarigan (dalam Djososuroto, 2006:10), mengatakan bahwa kata puisi berasal dari bahasa Yunani “poeisis” yang berarti penciptaan. Dalam bahasa Inggris disebut poetry yang berarti puisi, poet berarti penyair, poem berarti sajak atau syair. Arti yang semacam ini lama-kelamaan dipersempit ruang lingkupnya menjadi “hasil seni sastra yang kata-katanya disusun menurut syarat-syarat tertentu dengan menggunakan irama, sajak, dan kata-kata kiasan”. Dapat dikatakan bahwa puisi adalah pengucapan dengan perasaan, berbeda dengan prosa yang diungkapkan melalui pengucapan dengan pikiran.

Pengertian lain dikemukakan Zulfahnur (1996:79) bahwa puisi merupakan ekspresi pengalaman batin (jiwa) seseorang tentang kehidupan manusia, alam, dan Tuhan dengan media bahasa yang indah yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya, dalam bentuk teks.

Sejalan dengan pemikiran Najid (2003:14), puisi termasuk salah satu bentuk karya sastra. Puisi adalah jenis sastra imajinatif yang mengutamakan unsur fiksionalitas, nilai seni, dan rekayasa bahasa.

Puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dengan pemilihan kata-kata kias/imajinatif (Waluyo, 2005:1).

Puisi menurut (Tjahjono, 2000:1) ialah sebagai pembentuk, pembangun atau pembuat, karena memang pada dasarnya dengan menciptakan sebuah puisi maka seorang penyair telah membangun, membuat atau membentuk sebuah dunia baru, secara lahir maupun batin.

Pradopo (2005:7), menyatakan bahwa puisi itu mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan yang merangsang imajinasi panca indera dalam susunan berirama. 

Ada ahli yang berpendapat bahwa puisi ialah hal mencari dan melukiskan “yang diidamkan” (the idea). Dengan demikian tujuan isi bukanlah melukiskan kebenaran, melainkan memuja kebenaran dan memberi jiwa suatu gambaran yang lebih indah. Unsur keindahan dalam puisi satu diantaranya adalah rasa (Djososuroto, 2006:10). 

Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pengertian puisi ialah proses kreatifitas atau pencurahan ekspresi manusia dengan bahasa sebagai alatnya yang dituangkan atau diwujudkan dalam sebuah tulisan. 

Puisi merupakan salah satu jenis karya sastra. Dalam hal ini puisi dapat dikatakan sebagai perwujudan kepekaan seseorang terhadap alam dan kehidupan dalam usaha mengadakan komunikasi dengan orang lain. Puisi diartikan sebagai “membuat” di atas “pembuatan” karena lewat puisi pada dasarnya seseorang telah menciptakan suatu dunia tersendiri yang mungkin berisi pesan atau gambaran suasana-suasana tertentu, baik fisik maupun batiniah (Aminuddin, 2002:134).

Seperti yang telah diketahui, puisi berbeda dengan prosa. Perbedaan yang utama ialah pada proses penciptaan masing-masing karya sastra itu. Di dalam puisi akan berlangsung beberapa proses yang tidak begitu terasa di dalam prosa, proses tersebut adalah (1) proses konsentrasi yaitu segenap unsur puisi (unsur musikalitas, unsur korespondensi, dan unsur bahasa) dipusatkan kepada satu permasalahan atau kesan tertentu, (2) unsur intensifikasi, unsur-unsur puisi itu berusaha menjangkau permasalahan atau hal yang lebih mendalam atau mendasar, dan (3) proses pengimajian adalah sesuatu yang juga menjadikan puisi (musikalitas, korespondensi, dan bahasa) berfungsi menciptakan atau membangun suatu imaji atau citra tertentu. Jika sebuah kata di dalam prosa cenderung mengikut makna denotatif (makna harfiah) maka sebuah kata di dalam puisi justru cenderung meninggalkan makna denotatif tersebut dan membentuk makna yang berbentuk konotatif. Kata “bulan” di dalam sebuah prosa akan berbeda artinya dengan “bulan” di dalam sebuah puisi.

Jenis Puisi Menurut Aminudin
(1)   Puisi epik, yakni puisi yang di dalamnya mengandung cerita kepahlawanan, baik kepahlawanan yang berhubungan dengan legenda, kepercayaan, maupun sejarah. Pusii epik dibedakan antara folk-epic, yakni bila nilai akhir puisi itu untuk dinyanyikan dan literary-epic, yakni bila nilai akhir puisi itu untuk dibaca, dipahami, dan diresapi maknanya. Najid (2003:14), juga mengartikan bahwa puisi epik adalah puisi yang disampaikan oleh penyair dalam bentuk cerita. 

(2)   Puisi naratif, puisi yang di dalamnya mengandung suatu peristiwa tertentu yang menjalin suatu cerita. Termasuk dalam puisi naratif adalah apa yang disebut dengan balada, yang dibedakan antara folk ballad, dengan literary ballad, sebagai suatu ragam puisi yang berkisah tentang kehidupan manusia dengan segala macam penghasilannya, kecemburuan, kedengkian, ketakutan, kepedihan dan keriangannya. 

(3) Puisi lirik, puisi yang berisi luapan batin individual penyairnya dengan segala endapan pengalaman, sikap, maupun suasana batin yang melingkupinya. Jenis puisi lirik umumnya paling banyak terdapat dalam khazanah sastra modern di Indonesia seperti tampak dalam puisi-puisi Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono, Goenawan Mohammad, dan lain-lain. 

(4)   Puisi dramatik, yakni salah satu jenis puisi yang secara objektif menggambarkan perilaku seseorang, baik lewat lakuan, dialog, maupun monolog sehingga mengandung suatu gambaran kisah tertentu. Dalam puisi dramatik dapat saja penyair berkisah tentang dirinya atau orang lain yang diwakilinya lewat monolog. Najid (2003:14) menyatakan bahwa puisi dramatik adalah puisi yang berisi analisis seseorang baik yang bersifat historis, mitos, atau fiktif ciptaan seorang penyair. 

(5) Puisi satirik, puisi yang mengandung sindiran atau kritik tentang kepincangan atau ketidakberesan kehidupan suatu kelompok maupun masyrakat. Puisi satirik merupakan puisi yang bersifat penggembalaan, bersifat memberi petunjuk, pedoman-pedoman hidup terutama oleh gembala atau pemimpin agama. Contoh dalam puisi ini adalah “Seombak Jagung di Kamar” miliknya W.S. Rendra. 

(6) Puisi didaktik, puisi yang mengandung nilai-nilai kependidikan yang umumnya tertampil eksplisit.

(7)   Puisi romande, puisi yang berisi luapan rasa cinta seseorang terhadap kekasih. Puisi ini biasanya selalu bersifat romantis seperti milik puisi W.S. Rendra yang berjudul “Surat Cinta”. 

(8)   Puisi ode, puisi yang berisi pujian terhadap seseorang yang memiliki jasa ataupun sikap kepahlawanan. Puisi ode merupakan puisi pujian terhadap seseorang atas suatu hal atau suatu keadaan. Jenis puisi banyak ditemukan zaman dahulu saat pahlawan Indonesia merebut kemerdekaan. Contoh puisi ini misalnya “Ode” milik Toto Sudarto Bahtiar. 

(9) Puisi elegi, puisi ratapan yang mengungkapkan rasa pedihs seseorang. Puisi ini biasanya mengisahkan tentang kematian seseorang. Contohnya ialah “Nyanyi Sunyi dan Buah Rindu” milik Amir Hamzah. 

(10) Himne, puisi yang berisi pujian kepada Tuhan maupun ungkapan rasa cinta terhadap bangsa ataupun tanah air. Contoh puisi ini adalah “Selain Cahaya Matamu” karya Saini. K.M.


Dari: berbagai sumber plus bantuan dari  jenk Fitri


           

4 komentar:

{ roel batu } at: January 8, 2014 at 4:21 AM said...

terimakasih sudah share

{ Soffie Hwang } at: January 20, 2014 at 6:08 PM said...

sama-sama. Terima kasih sudah mampir :)

{ Febrischa } at: March 3, 2014 at 1:32 PM said...

itu jenis puisi yang 10 jenis menurut aminudin sumbernya darimana ya? kalau bisa judul, tahun dan halaman. butuh banget buat sumber skripsi.
makasih banyak ya..

{ Soffie Hwang } at: March 12, 2014 at 7:38 AM said...

@Febrischa Waduh maaf yah.. itu sudah lupa.. jaman masi kuliah dulu itu XD

Post a Comment

 

Eucliwood hellscythe Theme | Copyright © 2012 I am ME..., All Rights Reserved. Design by Djogzs, | Johanes djogan